1. Seminar Pemikiran Islam [Sesi 1]
Pembicara : Al-Ustadz Adian Husaini, M.A.
Tema : Tantangan Pemikiran Islam 
Waktu : Jumat, 29 April 2016 pukul 09.00-selesai*
2. Pembukaan Muktamar dan Nasihat dari Pimpinan Pondok
Pembicara : Al-Ustadz Hasan Abdullah Sahal
Tema : Mahasiswa Santri sebagai Ujung Tombak Peradaban Islam
Waktu : Jum'at, 29 April 2016 pukul 20.00-selesai**
3. Seminar Pemikiran Islam [Sesi 2]
Pembicara : Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A, M.Phil, Ph.D.
Tema :Membangun Peradaban Islam
Waktu :Sabtu, 30 April 2016 pukul 09.00-selesai*
4. Forum Sharing
Pembicara : Wakil dari BEM 5 Universitas Terpilih
Tema : Universitas Pesantren-ku
Waktu : Sabtu, 30 April 2016 pukul 20.00 - selesai**
5. Penutupan Muktamar Halaqoh BEM pesantren dan Pelantikan Pengurus
Waktu : Ahad, 1 Mei 2016 pukul 20.00 - selesai**
*Terbuka untuk umum
**Terbuka untuk para undangan dan diwajibkan kepada mahasiswa UNIDA Gontor
Nb. Seluruh Acara diadakan di Meeting Hall Lt. 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor
                 Di akhir bulan april, tepatnya pada tanggal 20 Rajab 1437 seluruh mata dan langkah mulai merapat ke Universitas Darusalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo, ditempat inilah sluruh Kampus yang berafiliasi dengan Pesantren dari seluruh Indonesia akan berkumpul untuk acara Mu’tamar Halaqah BEM Pesantren Se-Indonesia.


            Ketika kita melihat di sekitar kita, betapa menurunnya intergritas kaum muda di era ini. Mengapa tidak? Faktanya, kaum muda yang seharusnya menjadi pelopor kebanggaan bangsa malah menjadi sebaliknya telah memalukan bangsa yang berstatus sebagai negara islam. Dan ini semakin meningkat hari demi hari.




“Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut MUSLIM. Aku ingin orang menilai dan memandangku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia” (Catatan Harian 9 Oktober 1969)