Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan




Muhammad Ilham Bayhaqi

Era Globalisasi merupakan era dimana kita hidup bagai tanpa dinding pembatas ruang dan waktu, sehingga dunia yang diciptakan oleh Allah luas dan besar, seakan kecil dan sempit bak dunia nirnyata.
Berangkat dari kenyataan diatas, jadilah persaingan didalam kehidupan semakin keras, karena musuh yang jauh menjadi sangat dekat dalam hidup kita. Sehingga tak heran pandangan dan paham Kapitalisme semakin menyebar ditengah-tengah kita, karena mereeka adalah musuh yang buas nan rakus yang ingin menjadikan kita sebagai pelayan mereka, dan mereka jadi penguasa tunggal di dunia ini dengan kekutan uang dan modal mereka.




Muhammad Khalid

Telah jauh lontaran pendapat para cendikiawan, yang mengatakan bahwa Islam akan menguasai dunia secara ter organizer dengan rapi. Tapi kenyataannya sampai saat ini islam dalam keadaan terpuruk dari segala bidang. Mengapa demikian..? perlu kita ketahui bahwasanya aspek-aspek yang yang ada didalam Undang-Undang Agama Islam sudah sedemikian rupa diatur secara prospektif. Baik yang telah terkaji dalam Al-qur’an maupun Sunnahnya, dari segi pendidikan, ekonomi, sosialisasi dan begitu pula dalam bidang politik, agama islam telah menyediakan langkah-langkahnya dan peraturan-peraturan yang sangat indah. Dengan adanya semua itu, umat islam masih merasa canggung dalam menjalankan metodelogi yang sudah matang tersebut.

Kami Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia menyatakan:
1. Bertekad menghidupkan dan mengutamakan pengembangan diri dengan ilmu dan akhlaq.
2. Mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pendidikan yang berbasis akhlaqul karimah terutama pendidikan pesantren.
3. Siap mengabdikan diri sepenuhnya bagi agama, nusa, dan bangsa. (Hubbul wathon minal Iman)
4. Menolak setiap pemimpin yang dzalim, arogan, serta tidak mengakomodir kepentingan ummat islam.
5. Siap menjadi garda terdepan dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
6. Mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika dan peredarannya.
7. Menolak faham-faham yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadist.
8. Menolak LGBT beserta seluruh usaha dalam mengkampanyekannya.
9. Menolak faham komunisme dan seluruh usaha untuk menghidupkannya kembali.
10. Menolak usaha memecah belah ummat islam dalam bentuk apapun.
11. Islam bukan teroris, teroris bukan islam. 


Muktamar Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia
Universitas Darussalam Gontor, 29 April - 1 Mei 2016


            Ketika kita melihat di sekitar kita, betapa menurunnya intergritas kaum muda di era ini. Mengapa tidak? Faktanya, kaum muda yang seharusnya menjadi pelopor kebanggaan bangsa malah menjadi sebaliknya telah memalukan bangsa yang berstatus sebagai negara islam. Dan ini semakin meningkat hari demi hari.




“Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut MUSLIM. Aku ingin orang menilai dan memandangku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia” (Catatan Harian 9 Oktober 1969)